-->

8 Feb 2016

kompetisi blog BTPN: i got my personal tailor!

pattern from laurenconrad.com

assalamualaikum!

post ini setengahnya adalah curhat, jadi harap dimaklumi. hehe~ saya mau cerita tentang my petite body with huge tight. bisa dibayangkan, kan? tinggi saya di usia yang sudah memasuki 20-an tahun ini hanya 150 sekian-sekian. boong, ding! 150cm pas! dengan berat badan 45kg. dengan ukuran segitu, saya sangat susah mencari pakaian yang sesuai dengan ukuran tubuh saya. kalau nggak kebesaran, ya kebesaran banget! it's a cursed but sometimes it's a blessed too! cursed-nya, saya jadi nggak bebas milih-milih celana jeans, karena kaki saya yang pendek, tapi besar haha. saya HARUS dan WAJIB motong celana jeans saya, juga harus ngecilin di bagian perut supaya celana jeansnya enak dipakai. tapi....blessed-nya, saya jadi suka desain-desain baju saya sendiri lalu diberikan ke penjahit rumahan untuk minta dijahitkan sesuai dengan apa yang saya minta. nggak bisa jahit sendiri? iya. makanya saya selalu rajin ke tukang jahit kalau saya perlu pakaian baru.

enaknya bikin baju sendiri itu bisa hunting-hunting kain sendiri, desain sendiri, lalu tinggal dikasihkan ke tukang jahit langganan dekat rumah. saya selalu puas dengan apa yang dari dulu saya lakukan ini. apalagi kalau dapat bonus pujian dari temen-temen. saya dengan bangga bilang kalau ini tailored by my "personal" taylor!

penjahitnya pun dari dulu sampai sekarang alhamdulillah masih sama, karena memang sudah cocok. sebut saja namanya Budhe Endang. beliau ini teman mama ketika dulu masih suka nemenin adek saat adek masih TK. mama pula yang nggak sengaja menemukan bakat terpendam Budhe Endang, yaitu menjahit. untuk men-support Budhe Endang, mama sering ngasih kain untuk kemudian dijahitkan ke Budhe Endang. modelnya Budhe Endang yang pilih. dan ternyata, selain jago menjahit, Budhe Endang juga jago masalah desain. dari situ deh saya juga mulai tertarik untuk ikutan jahit baju di tempat Budhe Endang.

hasil jahitan Budhe Endang sangat enak ketika dipakai. pas sama badan. selain itu, bila mau menambahkan kombinasi, Budhe Endang mau mencarikan kain yang belum ada. sendirian. dengan harga dan kualitas kain yang bagus. Budhe endang emang siap rugi tapi hasilnya bagus. Budhe Endang juga nggak segan-segan buat bilang "model yang kaya begitu jelek!" kalo memang tidak sesuai dengan bentuk tubuh pelanggannya. mama saya tuh, sering kena omel! haha.

kalau saya mau jahit baju juga selalu konsultasi dulu sama Budhe Endang. kalau nggak cocok, nanti Budhe Endang yang mengakali supaya desain yang saya buat, cocok sama bentuk tubuh saya. pokoknya, Budhe Endang T-O-P dah! 

kasus terakhir yang saya hadapi bersama budhe Endang adalah ketika saya hendak wisuda tahun lalu. saya dapat toga dengan ukuran yang nggak masuk akal besarnya! karena toga nantinya harus dikembalikan, maka saya nggak boleh memotong sedikitpun bentuk toga. saya langsung curhat ke Budhe Endang dan ajaibnya, beliau langsung bisa "mengakali" toga sehingga ketika toga saya pakai, saya tidak seperti sedang memakai jubah Voldemort! saya jadi bisa wisuda tanpa ada rasa malu karena toganya kedodoran. hahaha
 ini toga hasil rombakan Budhe Endang, tanpa motong kain sedikitpun.


dan dua foto di atas adalah pakaian hasil karya Budhe Endang juga. :D suka, suka!

gimana? bagus, kan? makanya nggak heran pelanggannya tambah banyak! tapi semakin banyak pelanggan, saya justru malah semakin kasihan sama Budhe Endang. ia kerja sendirian, nggak ada asistennya. padahal deadline jahitan hampir setiap hari. belum lagi jahitan baru yang kadang pelanggannya suka nggak masuk akal ngasih deadline-nya. seperti, masukin hari ini, lusa minta bajunya udah jadi. maka dari itu, saya sepertinya harus menyarankan Budhe Endang untuk punya asisten. paling tidak ada yang bantu potong-potong pola. tapi punya asisten, kan nggak segampang ngomongnya. kita juga harus kasih upah yang layak dong ya supaya si asisten kerjanya rajin dan nggak asal-asalan. tapi hasil jahit Budhe Endang tak sebesar penjahit kelas kakap yang bisa sampai ratusan ribu tiap baju! saya aja kalau bikin baju paling mahal ongkosnya cuma 60ribuan. lalu modalnya dari mana buat upah asisten?

sebagai pelanggan yang baik pun, saya ikut mikirin gimana caranya biar Budhe Endang bisa tetep survive sama usahanya. dan iseng-iseng saya pun ikut simulasi menabung untuk memberdayakan milik BTPN. program ini keren loh, soalnya, selain membiasakan kita untuk menabung, hasil tabungan kita juga menjadi sumber modal untuk memberdayakan mass market, seperti budhe Endang ini. menguntungkan, bukan? begini, nih cara mainnya!

 klik di tab mulai simulasi

 kalian bisa memilih, langsung connect lewat facebook atau manual simulasi. kalau saya sih prefer manual simulasi.

kalau milihnya manual simulasi, kalian harus registrasi nama dan alamat email. lalu di bawahnya, kalian pilih tuh bidang apa yang ingin kalian berdayakan. kalau saya milihnya fashion.

lalu kalian pilih, pura-puranya kalian ingin menabung seberapa besar di BTPN? kalau saya, karena masih belum bekerja, saya pilih yang paling sedikit, yakni Rp 500.000,00 untuk setengah tahun. dan mari kita lihat hasilnya....

 dan ini adalah hasil menabung saya selama setengah tahun. 

6 x Rp 500.000,00 = Rp 3.000.000,00, kan? plus bonus bunganya. daripada kita nabung di rumah, uangnya "nggak aman" karena bisa diambil-ambil kalau lagi kumat. nabung di bank, khususnya BTPN, uang kita setidaknya tidak terlihat mata, tapi berprogress sedikit demi sedikit, kita jadi untung. apalagi uang hasil nabung bisa buat modal pengusaha-pengusaha kecil kayak budhe Endang. makin maju nanti negeri kita!

kalian penasaran, bagaimana kalau menabungnya dalam jumlah besar dengan kurun waktu yang lebih lama? apakah hasilnya juga sama? kalau penasaran, mending ikut simulasinya juga aja di MENABUNG UNTUK MEMBERDAYAKAN. silahkan iseng mencoba! :D

salaam,
Iphiet

18 komentar:

  1. hihi samaaa XD kesusahan kalo beli baju, karna ukuran badan yg mungil >///<
    anw kebayanya lucuuu ^^

    torichux3.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. i know right. jahit-jahit aja, lebih puas meskipun makan waktu lebih banyak dr beli jadi hihi...makasih yah :3

      Hapus
  2. kebayanya bagus yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih. itu juga favorit saya :D

      Hapus
  3. Cukup semampailah dan kelihatan cantik, met kenal mbak yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya anggap "semampai"nya adalah compliment :p. nice to know you too :D

      Hapus
  4. Aku sampai skrg kok belum nemu yg cocok ya.. apa aku yg gak pinter njelasin.. hikz,

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga baru nemu satu ini yang cocok. pernah coba yang lain juga nggak enak pakaiannya pas dipakai. sedikit tips, mending bawa contoh gambar aja kalau mau bikin baju ke penjahit :)

      Hapus
  5. Sukses buat event bank BTPN-nya. :D

    BTW, itu bajunya cocok banget ma tubuh kamu. Cantik karyanya Bu Endang. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih :D jujur saja, saya harus diet dikit pas pakai bajunya. soalnya, baju ini pakai ukuran lama, sedangkan tubuh saya bertambah besar karena nganggur sembari nunggu wisuda :p

      Hapus
  6. Semoga Bu Endang makin banyak pelanggannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiinn!!! sama dapet asisten, biar kerjanya makin cepat :D

      Hapus
  7. pasti seru ya mb bisa punya tailor pribadi. hihi.. sekarang susah-susah gampang nyari tailor yang cocok, harga bersahabat dan pas jahitannya..
    :-)

    BalasHapus
  8. wah sepertinya ukuran ku sama kayak kamu mbak aku 20 th nan dan cuma 153 cm, tapi kakinya gede huahaa.
    Btw aku jugap punya penjahit personal seperti bu endang ini, sayang nya di desa. Kalau skrg udah di kota, merantau ya lebih sering beli. Trus kalau kebesaran ya ke tukang permak hiihi

    BalasHapus
  9. Wah keren kebayanya bagus mbak.. Kalau soal penjahit emang mimilikan kalau kata orang sunda kecuali sudah pnya langgan. Saya sih ga punya penjahit personal, yang biasa jahit ibu saya. Dan kalau ke orang lain pasti ada ajaa ga cocoknya :(

    BalasHapus
  10. Bu endang bisa dikloning gaaaa? >__< Sama banget masalahnya, badanku jg gede di pahaaaa, hahaha. Eh BTPN ini smp kapan anyway, pingin ikut tp ga sempet nulis, huhuhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaah sayang sekali, kompetisi ini ditutup tgl 15 kemarin :( rasanya kalau bisa juga saya pengen semua penjahit kaya budhe endang kesayangan saya ini hihihi

      Hapus

Rainbow Pinwheel Pointer